Kementerian Luar Negeri Palestina menyambut baik upaya Saudi-Prancis untuk menciptakan “rencana yang dapat ditindaklanjuti” menuju solusi dua negara.
Kementerian tersebut juga menyerukan, “Pengaktifan semua mekanisme untuk mengakhiri pendudukan kolonial Israel dan mencapai hak-hak sah rakyat Palestina.”
Upaya Melanjutkan Proses Negosiasi
Dukungan PBB yang tegas terhadap solusi dua negara muncul di tengah pemboman Israel yang terus berlanjut di Gaza, satu hari setelah Netanyahu menandatangani rencana perluasan permukiman di Tepi Barat yang diduduki yang akan membuat negara Palestina di masa depan hampir mustahil.
Melaporkan dari New York, Kristen Saloomey dari Al Jazeera mengatakan, “Pemungutan suara tersebut menunjukkan penolakan yang luar biasa dari komunitas internasional.”
“Ini menunjukkan meningkatnya kekhawatiran atas kurangnya kemajuan dalam … perundingan, dan upaya komunitas internasional untuk memajukan proses negosiasi,” ujarnya.
Pemungutan suara ini mendahului KTT PBB mendatang yang diketuai bersama oleh Riyadh dan Paris pada 22 September di New York, di mana Presiden Prancis Emmanuel Macron dan beberapa pemimpin lainnya telah berjanji untuk secara resmi mengakui negara Palestina.
Meskipun 146 anggota PBB telah mendukung negara Palestina, sekitar 10 negara lainnya, termasuk Prancis, Norwegia, Spanyol, Irlandia, dan Inggris Raya, diperkirakan akan bergabung dengan mereka akhir bulan ini.









