Kritik terhadap investasi bukan berarti anti-investasi.
Justru investasi yang sehat membutuhkan kritik, transparansi, dan pengawasan publik.
Tanpa itu, investasi berisiko berubah dari instrumen pembangunan menjadi kekuatan ekonomi yang terlalu besar untuk diawasi.
Kekayaan Alam Harus Meninggalkan Jejak Kesejahteraan
Pada akhirnya, pertanyaan terbesar Maluku Utara bukan apakah investasi diperlukan.
Investasi jelas diperlukan.
Industri juga penting.
Hilirisasi bahkan merupakan peluang strategis yang tidak boleh disia-siakan.
Tetapi semuanya harus dikembalikan pada satu prinsip sederhana: kekayaan alam harus menghasilkan kesejahteraan bagi manusia yang hidup di sekitarnya.
Jangan sampai Maluku Utara hanya dikenal sebagai gudang mineral nasional, sementara rakyatnya menjadi penonton di tengah gemerlap kawasan industri.
Sebab pembangunan bukan tentang seberapa banyak kekayaan yang berhasil diambil dari bumi.
Pembangunan adalah tentang seberapa banyak kehidupan manusia yang berhasil diangkat karena kekayaan tersebut.
Maka pertanyaan paling penting hari ini bukan lagi:
“Berapa besar investasi yang masuk ke Maluku Utara?”
Melainkan:
“Berapa besar kesejahteraan yang benar-benar tinggal di Maluku Utara?”
Jika jawabannya belum sebanding dengan kekayaan yang diambil dari bumi Maluku Utara, maka arah pembangunan harus dievaluasi.









