Menanti Harga Tiket Pesawat Murah

oleh -9 Dilihat

Sehingga dia menilai mahalnya tarif tiket pesawat yang dipatok maskapai penerbangan tidak melanggar aturan pemerintah.

“Harga tiket pesawat sekarang memang tinggi tapi masih di koridor matas atas, jadi tidak ada pelanggaran,” kata Alvin Lie saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Rabu (6/7).

Naiknya harga tiket pesawat tak lepas dari ketidakmampuan maskapai menanggung beban akibat kenaikan harga avtur. Saat ini harga bahan bakar pesawat sudah naik 100 persen dari harga tahun 2021.

Akibat kenaikan harga avtur, biaya operasional maskapai jadi bengkak. Biasanya biaya avtur untuk pesawat tipe baling-baling sekitar 35 persen dari biaya operasional. Namun saat ini sudah mencapai 60 persen. Hal inilah yang membuat maskapai penerbangan menaikkan harga tiket pesawat mencapai batas atasnya.

“Ini bukan karena mereka (maskapai penerbangan) mau menaikkan harga, tapi karena tidak ada pilihan. Biaya untuk avtur sudah mencapai 60 persen dari biaya operasional,” kata Alvin.

Baca Juga  Menko Bahlil Dampingi Presiden Lepas Ekspor Perdana Baterai Listrik di Halmahera Tengah

Lebih jauh mantan anggota Ombudsman ini mengatakan kenaikan harga avtur tidak terlepas dari pengaruh perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina. Konflik geopolitik ini telah menyebabkan harga energi melonjak.

Hal ini pun membuat harga bahan bakar minyak (BBM) melonjak tinggi, tak terkecuali avtur. Merujuk informasi milik Pertamina, harga avtur untuk 1-14 Juli 2021 sebesar Rp18.431 per liter di Bandara Soekarno-Hatta. Harga tersebut mengalami kenaikan dibandingkan periode 1-14 Juni 2022 yakni Rp15.748 per liter.