Menanti Harga Tiket Pesawat Murah

oleh -9 Dilihat

Sandiaga menjelaskan saat ini banyak maskapai penerbangan yang masih membatasi penerbangan lantaran tidak memiliki unit. Hal ini sebagai dampak lanjutan dari upaya restrukturisasi yang dilakukan perusahaan selama pandemi, yakni mengembalikan pesawat sewaan.

Di sisi lain, banyak pesawat yang masih dalam tahap perawatan. Bahkan di tengah permintaan yang tinggi, proses perawatan pesawat juga tengah antre dan baru bisa dioperasikan kembali dalam waktu beberapa bulan kedepan. 

Selain itu, saat ini maskapai penerbangan tengah dihadapkan menambah rute dan jadwal karena keterbatasan pesawat. Maka, perlu dilakukan kalibrasi ulang rute dan jumlah penerbangan pesawat. “Permintaan sekarang ini meningkat tapi jumlah pesawatnya terbatas, maka kita perlu kalibrasi ulang,” kata dia.

Baca Juga  Bonus Pelatih Popda Malut XII Belum Dibayar, Sembilan Cabor Halsel Ancam Boikot

Sandiaga memperkirakan kebutuhan angkutan penumpang udara untuk para wisatawan harus 2 kali lipat dari kebutuhan tahun 2019. Sehingga armada yang dibutuhkan harus 2 kali lipat dari yang bisa di utilisasi. “Jika mencapai angka idealnya di tahun 2019 itu 17 juta pengunjung, maka dibutuhkan 2 kali lipat armada yang bisa d utilisasi,” kata dia.

Adapun upaya yang dilakukan pemerintah saat ini dengan mendorong para pelaku industri penerbangan untuk memberikan terobosan inovasi. Agar momentum pemulihan di sektor pariwisata tidak terganggu dan berjalan optimal.