“Sekarang juga masih liburan sekolah, tanpa kenaikan avtur memang ini peak season permintaan,” kata dia.
Maskapai Belum Sepenuhnya Normal
Hanya saja memang, Alvin menyebut pengoperasian pesawat di berbagai maskapai belum sepenuhnya kembali normal seperti pra pandemi. Jumlah pesawat yang beroperasi saat ini baru sekitar 65 persen saja. Tingginya permintaan kursi penumpang tak lantas membuat maskapai penerbangan menambah unit baru. Sebab sebagian pesawat sudah ditarik lessor karena tak mampu membayar sewa.
Menambah pengoperasian unit juga bukan perkara mudah. Ada biaya yang perlu dikeluarkan untuk menambah unit baru, seperti mengaktifkan kembali pilot yang sudah lama tidak terbang.
“Kalau aktifkan kembali ini biayanya tidak sedikit, bisa ratusan juta per pesawat. Kalau aktifkan pilot juga bisa kena Rp300 juta per pilot,” kata dia.
Tak berhenti di situ, permasalahan ketidakpastian keadaan juga membuat maskapai berpikir ulang untuk menambah unit. Maskapai khawatir, bila semua sudah diaktifkan kembali, muncul kembali pembatasan mobilitas. “Nah mereka ini khawatir dengan pandemi karena belum berakhir. Kalau ada pembatasan lagi mereka tidak kuat menanggung beban itu,” kata dia.
Alhasil maskapai memilih menahan diri dengan kapasitas terbatas, namun resikonya rendah. Alvin menilai mereka baru akan melakukan ekspansi optimal ketika pemerintah sudah memutuskan bertransisi dari pandemi menjadi endemi.




