“Kalau aktifkan kembali ini biayanya tidak sedikit, bisa ratusan juta per pesawat. Kalau aktifkan pilot juga bisa kena Rp300 juta per pilot,” kata dia.
Tak berhenti di situ, permasalahan ketidakpastian keadaan juga membuat maskapai berpikir ulang untuk menambah unit. Maskapai khawatir, bila semua sudah diaktifkan kembali, muncul kembali pembatasan mobilitas. “Nah mereka ini khawatir dengan pandemi karena belum berakhir. Kalau ada pembatasan lagi mereka tidak kuat menanggung beban itu,” kata dia.
Alhasil maskapai memilih menahan diri dengan kapasitas terbatas, namun resikonya rendah. Alvin menilai mereka baru akan melakukan ekspansi optimal ketika pemerintah sudah memutuskan bertransisi dari pandemi menjadi endemi.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengakui saat ini sektor pariwisata kekurangan kapasitas pesawat pengangkut penumpang. Sebab dari 550 pesawat yang ada di dalam negeri hanya sekitar 350 pesawat yang aktif. Sisanya sedang dalam tahap perawatan yang membutuhkan waktu lama untuk bisa kembali beroperasi.
“Hanya ada 350 pesawat dari 550 pesawat yang beroperasi dan ini perlu kita sikapi,” kata Sandiaga dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (13/6) lalu.




