Porostimur.com, Langgur – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti memberikan motivasi inspiratif kepada ribuan siswa di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual untuk menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Jumat (24/10/2025). Kegiatan ini berlangsung di Pantai Ngursarnadan, Desa Ohoililir, Kabupaten Maluku Tenggara, bertepatan dengan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH).
Membangun Karakter Sejak Dini
Dalam kesempatan tersebut, Mendikdasmen menekankan pentingnya membangun kebiasaan positif sejak dini sebagai pondasi pembentukan karakter, kedisiplinan, dan visi hidup yang jelas.
“Bangun pagi itu bisa direncanakan. Sebelum tidur, berdoalah agar bisa bangun di waktu tertentu. Otak kita akan merekam perintah itu,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan bahwa kebiasaan sederhana seperti bangun pagi tidak hanya melatih disiplin, tetapi juga membentuk karakter yang memiliki arah dan tujuan hidup.
7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Abdul Mu’ti menjabarkan tujuh kebiasaan yang harus diterapkan oleh anak-anak Indonesia, yaitu:
- Bangun Pagi – melatih kedisiplinan dan kesiapan menghadapi hari.
- Beribadah – menumbuhkan kekuatan spiritual dan moral, termasuk menunaikan ibadah tepat waktu.
- Berolahraga – menjaga kesehatan fisik dan mental melalui aktivitas rutin seperti SAIH.
- Makan Sehat dan Bergizi – menghindari junk food dan memilih makanan yang menunjang tumbuh kembang optimal.
- Gemar Belajar – memanfaatkan teknologi digital secara positif untuk memperluas wawasan dan keterampilan.
- Bermasyarakat – aktif berinteraksi dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial guna memperkuat rasa kebersamaan dan cinta tanah air.
- Tidur Cepat – menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran agar siap menghadapi aktivitas esok hari.
“Jika kebiasaan ini dijalankan dengan konsisten, anak-anak Indonesia akan tumbuh menjadi generasi yang sehat jasmani, kuat spiritual, dan cerdas dalam berpikir serta bertindak,” tegas Mendikdasmen.
Dukungan Sekolah dan Orang Tua
Program ini juga mendapat apresiasi dari guru dan pihak sekolah. Gina Yolanda Guru Bahasa Indonesia SMP Tenden, menilai langkah Kementerian Pendidikan ini sebagai bentuk nyata penguatan pendidikan karakter di sekolah.









