Porostimur.com, Ambon – Senyum anak-anak Desa Passo, Maluku, kini merekah tanpa bayang-bayang stunting berkat inisiatif sederhana namun berdampak besar. Program pencegahan malnutrisi yang dijalankan di desa ini bukan sekadar proyek pemerintah, melainkan gerakan hati yang melibatkan seluruh masyarakat.
Inovasi Gizi Berbasis Kearifan Lokal
Inta P.N. Damanik, dosen Program Studi Penyuluhan Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti), menjadi sosok kunci di balik perubahan ini.
Alih-alih membawa obat atau suplemen mahal, Inta mengajak masyarakat menanam sayuran dan daun kelor (Moringa) melalui hidroponik sistem rakit apung, solusi tepat guna yang hemat air dan bisa diterapkan di lahan berbatu dan berkarang.
“Saya melihat ada keluarga yang hampir seminggu memberi mi instan tiga kali sehari pada anaknya yang menderita stunting. Kondisi ini membuat saya terpanggil untuk membantu,” ujar Inta.
Pemberdayaan Masyarakat dan Produksi Berkelanjutan
Berkat dukungan dana hibah dari program BIMA Kemdiktisaintek, sebanyak 400 instalasi lubang tanam berhasil diproduksi sejak 2024. Program ini tidak hanya menyediakan akses pangan non-pestisida, tetapi juga memberi penghasilan tambahan bagi kelompok masyarakat yang terlibat.
Fokus utama pengabdian Inta adalah perubahan perilaku masyarakat, mulai dari pengetahuan, sikap, hingga keterampilan dalam mengonsumsi sayur segar.









