Bloomberg juga menyebut Hashim Djojohadikusuom sebagai bagian dari inner circle yang sangat berpengaruh pada Prabowo. Semua orang tahu bahwa Hashim adalah “bandar” Prabowo dalam sekian banyak pemilihan presiden yang diikuti oleh Prabowo dan hanya berhasil setelah ditolong Jokowi — yang menyusupkan anaknya menjadi wakil presiden.
Selain itu, Bloomberg juga menyebut ada pengaruh ‘konsultan asing.’ Ini juga tidak terlalu aneh. Majalah Tempo pernah menyoroti peran mantan diplomat AS Karen Brooks dan Lucien Despiou, seorang pollster dari Romania. Saya sendiri menulis kolom tentang Lucien di edisi Tempo tersebut.
Apa konsekuensi dari lingkaran dalam yang kecil tapi tertutup rapat ini?
Membaca artikel ini mengingatkan saya pada apa yang pernah saya tulis akhir tahun lalu saat bencana menerjang tiga provinsi di Sumatera. Kentara sekali Prabowo tidak menguasai situasi dan terlihat sangat tidak kompeten menangani bencana tersebut.
Inkompetensi tersebut terlihat di berbagai bidang. Prabowo meremehkan krisis finansial yang terjadi saat ini. Dia tidak mendapat informasi yang akurat tentang apa yang terjadi. Kalau informasi itu sampai ke telinganya, itu sudah sangat terlambat.
Selain itu, keyakinan dirinya yang overdosis itu juga menyebabkan dia hanya mau mendengarkan apa yang ingin ia dengarkan. Di sinilah letak “the Hambalang boys” yang mensuplai apa yang ingin ia dengarkan. Prabowo hampir tidak memiliki orang yang menyampaikan informasi berbeda, apalagi yang mau mendebatnya.









