Mengungkap Dugaan Keanehan Kemenangan Sementara Prabowo-Gibran

oleh -251 views
Tarmidzi Yusuf, Kolumnis

Ini yang bikin aneh lagi. Fakta bukan opini. Suara Prabowo-Gibran versi quick count dan suara sementara versi real count KPU 58,83 persen. Suara Prabowo-Gibran melambung tinggi tapi suara Partai Gerindra tidak naik.

Berbeda jauh dengan menang 1 putaran SBY-Boediono di Pilpres 2009. Suara Partai Demokrat naik 3 kali lipat. Hasil Pemilu 2004, Partai Demokrat berhasil mengantongi 7,45 persen suara. Pada Pemilu 2009, suara Partai Demokrat naik 3 kali lipat menjadi 20,85 persen. Partai Demokrat keluar sebagai pemenang Pileg 2009.

Menang besar Partai Demokrat di Pileg 2009 tidak diikuti oleh Partai Gerindra di Pileg 2024. Padahal, Prabowo-Gibran menang mutlak. Suara Partai Gerindra di Pileg 2019 cuma 11,81 persen. Sementara di Pileg 2024 suara Partai Gerindra hanya 13,64 persen. Anehnya suara Partai Golkar melonjak tajam melebihi Partai Gerindra. Logikanya, Partai Gerindra yang paling menikmati efek ekor jas dari kemenangan Prabowo-Gibran seperti yang dialami Partai Demokrat di Pileg 2009.

Baca Juga  Taufik Hamud Kembali Pimpin Golkar Tual, Tegaskan Proses Musda Tetap Demokratis

Mencuat isu Jokowi bergabung dengan Partai Golkar di balik melonjakya suara Partai Golkar. Santer terdengar skenario Jokowi akan menjadi Ketua Umum Partai Golkar pasca gagal menaklukkan Megawati Soekarnoputri dan PDIP.

No More Posts Available.

No more pages to load.