“Banyak orang tua dan guru tak sanggup lagi menghadapi murid-muridnya,” ujar Dedi Mulyadi di Kompleks Parlemen, Senayan.
Menurutnya, pendekatan tegas dan terstruktur seperti pendidikan barak militer bisa menjadi solusi bagi siswa yang sulit dibina melalui sistem pendidikan konvensional.
Rencana ini menuai perdebatan publik, terutama terkait pendekatan militer dalam dunia pendidikan. Para pemerhati pendidikan dan HAM menilai perlu ada keseimbangan antara disiplin dan nilai-nilai humanisme agar kebijakan ini tidak menimbulkan pelanggaran hak anak.
Pihak Kementerian HAM menegaskan akan terus memantau dan turut memberikan evaluasi terhadap efektivitas serta legalitas kebijakan program militer untuk siswa nakal jika mulai diterapkan di tingkat provinsi atau nasional.
(red/beritasatu)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









