Data KPK juga menunjukkan fakta menyedihkan yani rendahnya nilai riil bangunan infrastruktur yakni hanya kurang dari 50%.
Dari nilai proyek infrastruktur yang disepakati, sebanyak 10-15% lari kepada keuntungan kontraktor, kurang lebih 7% untuk komitmen kepastian anggaran, kurang lebih 20% untuk komitmen fee proyek, sedangkan untuk manipulasi laporan dan lain lain menghabiskan 5% dari nilai proyek.
Pembangunan infrastruktur menjadi misi besar Jokowi sejak masa kampanye pertama pemilihan presiden (pilpres). Harus diakui jika Jokowi adalah presiden pertama setelah Soeharto yang menggalakkan infrastruktur secara besar-besaran.
Sepanjang 2015-2022, jalan tol beroperasi telah bertambah sepanjang 1.607 km dengan 37 ruas tol. Pemerintahan Jokowi juga sudah 27 pelabuhan baru, tujuh pelabuhan baru, sepanjang 316.590 km jalan desa selesai konstruksi di era Jokowi.
Capaian infrastruktur desa lainnya adalah bertambahnya 1.597.539 meter jembatan, 1.474.544 unit air bersih desa, 501.054 unit irigasi desa, 12.297 pasar desa, dan 42.357 posyandu.
Jokowi juga membangun 29 bendungan dan diharapkan akan menyelesaikan 57 bendungan di Indonesia.
Foto: Kementerian Keuangan
Target Infrastruktur Jokowi hingga 2024




