Nasib “Kuil” Infrastruktur Jokowi, 30% Anggarannya Dikorupsi

oleh -102 views



Namun, banyak proyek yang bermasalah hingga membuat utang menumpuk.

Di antaranya adalah Kereta Cepat Jakarta Bandung, Bandara Kertajati, light rail transit (LRT) Velodrome, dan banyaknya bandara yang sepi penumpang di daerah.

1. Kereta Cepat Jakarta Bandung

Proyek Kereta Cepat sudah bergulir sejak awal tahun 2016, namun sudah enam tahun berselang proyek ini tak kunjung rampung.

Awalnya, proyek ditarget selesai tiga tahun, maka bila dihitung-hitung seharusnya kereta cepat sudah rampung 2019. Namun sampai akhir 2022 ini pun pembangunan sarana prasarananya tak kunjung selesai. Padahal, proyek ini ditargetkan bisa beroperasi komersial di tahun 2023.

Ada beberapa kendala dalam pembuatannya mulai dari geografis hingga pendanaan.

Baca Juga  Hardiknas 2026 di Malra, Festival Pendidikan Tampilkan Sinergi Sekolah dan Ekonomi Kreatif

Ada kendala geologi dan clayshale di terowongan 2, 4, dan 6. Sehingga penyelesaian ekskavasi harusnya Agustus 2021 menjadi April 2022.

Biaya juga membengkak. Awalnya kereta cepat dibangun dengan investasi cuma US$ 5,5 miliar dalam kurs Rp 85,8 triliun.

Di tengah jalan, biaya proyek mengalami pembengkakan menjadi US$ 5,9 miliar atau sekitar Rp 92 triliun dan akhirnya bengkak lagi menjadi US$ 6,07 miliar atau sekitar Rp 94,6 triliun.  Jumlah terakhir sebesar US$ 6,07 miliar itu kemungkinan bisa bertambah besar.