Nama-nama tersebut memiliki masalah dengan hukum sehingga mudah diarahkan untuk mendukung kudeta konstitusi.
“Namanya Muhaimin Iskandar. Namanya Jul. Namanya Airlangga Hartarto. Ketiga-tiganya punya masalah hukum. Jadi mereka gampang diarahkan supaya dukung kudeta konstitusi ini,” ujar Rizal.
(red/warta ekonomi/detikcom)









