Nostradramus Kekalahan AS

oleh -41 Dilihat

Tahap awal sebuah kekuasaan biasanya lahir dari solidaritas sosial yang kuat. Para pemimpinnya hidup sederhana, dekat dengan rakyat, dan siap berkorban. Kekuasaan seperti ini biasanya tangguh karena energi moralnya besar.

Namun setelah kemenangan datang dan kekuasaan stabil, perubahan perlahan terjadi. Generasi berikutnya mulai menikmati hasil kekuasaan itu. Istana menjadi semakin mewah, birokrasi makin gemuk, dan penguasa semakin jauh dari kehidupan rakyatnya.

Kemewahan tidak hanya mengubah gaya hidup, tetapi juga cara berpikir: kehati-hatian berubah menjadi kesombongan, keberanian berubah menjadi rasa kebal terhadap sejarah. Di titik inilah Ibnu Khaldun mengatakan kehancuran sebenarnya sudah dimulai, meskipun dari luar kekuasaan itu tampak masih sangat kuat.

Baca Juga  Polemik Waitomu Memanas, Bodewin Sebut Pernyataannya Diplintir dalam Pemberitaan

Relevansinya dengan analisis Prof. Jiang cukup menarik. Jiang melihat kelemahan Amerika bukan pada teknologi atau kekuatan militernya semata, tetapi pada struktur sistem yang terlalu mahal, terlalu kompleks, dan terlalu bergantung pada kemakmuran finansial global.

Dalam istilah sederhana: kekuatan itu menjadi terlalu mewah untuk perang yang murah. Satu drone bernilai puluhan ribu dolar dapat memaksa sistem pertahanan bernilai jutaan dolar untuk merespons. Bahkan ada yang bilang dengan bercanda, drone Iran dibuat dari mesin pemotong rumput.

No More Posts Available.

No more pages to load.