Pascakejadian, situasi di Kampung Sori dilaporkan mencekam. Sejumlah warga sipil memilih mengungsi karena khawatir akan terjadi kontak tembak lanjutan. Di sisi lain, aparat keamanan disebut tengah melakukan pemeriksaan terhadap dua warga setempat guna mendalami informasi terkait pergerakan kelompok penyerang.
Dalam pernyataannya, pihak TPNPB-OPM juga mengimbau aparat keamanan untuk menghentikan operasi militer di wilayah konflik serta tidak melakukan intimidasi terhadap warga sipil.
TNI Tingkatkan Kewaspadaan dan Operasi Lapangan
Sementara itu, TNI memastikan telah meningkatkan pengamanan dan memperkuat fungsi intelijen sebagai respons atas insiden tersebut.
Komandan Korem 181/Praja Vira Tama (PVT), Slamet Riyadi, mengatakan pihaknya langsung melakukan langkah antisipatif, termasuk pemetaan wilayah rawan.
“Setelah kejadian ini, kami meningkatkan kewaspadaan, melakukan pemetaan wilayah rawan, serta memperketat pengawasan di lapangan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, TNI juga memperkuat koordinasi antarsatuan, termasuk dengan Satuan Tugas (Satgas) Operasi Habema yang melibatkan prajurit dari Batalion Marinir 10.
“Koordinasi terus kami lakukan dengan Satgas Habema agar setiap potensi gangguan bisa segera direspons,” katanya.
Selain itu, TNI mempertimbangkan penambahan dan pergeseran pasukan di wilayah rawan guna memperkuat pengamanan. Penguatan intelijen juga menjadi fokus utama dengan mengoptimalkan informasi dari masyarakat serta jaringan aparat di lapangan.









