“Jika terjadi serangan habis-habisan atau semacamnya, maka jelas akan terjadi perang habis-habisan,” imbuh dia, yang dilansir Jumat (25/4/2025).
Ketika ditanya oleh Yalda Hakim apakah dunia harus khawatir, dia menjawab: “Ya, saya pikir begitu. Bentrokan antara dua kekuatan nuklir selalu mengkhawatirkan.”
“Jika terjadi kesalahan, bisa jadi ada hasil yang tragis dari konfrontasi ini,” paparnya.
Baik India maupun Pakistan mengeklaim Kashmir sebagai milik mereka, tetapi sebaliknya menguasai bagian wilayah yang berbeda.
Sengketa atas tanah tersebut telah merenggut puluhan ribu nyawa selama tiga dekade terakhir, meskipun wabah kekerasan sporadis telah mereda dalam beberapa tahun terakhir—hingga penembakan massal Selasa sore lalu memicu kembali ketegangan.
Perdana Menteri India Narendra Modi telah berjanji untuk mengejar mereka yang bertanggung jawab atas pembantaian 26 turis Hindu tersebut “sampai ke ujung Bumi”.
Namun ketika ditanya oleh Yalda Hakim apakah Pakistan menyalahkan India atas serangan itu, Asif menjawab: “Ya, ya, ya. Benar sekali. Benar sekali, mereka menciptakan situasi ini.”
Namun, dia menambahkan: “Kita harus menyelesaikan masalah kita melalui negosiasi.”
Ketika ditanya apakah Presiden Amerika Serikat Donald Trump harus terlibat untuk membantu menyelesaikan krisis yang mengancam, Asif berkata: “Jelas dia memimpin kekuatan dunia, satu-satunya kekuatan dunia dan dia telah berbicara dengan berbagai pihak di berbagai titik api di seluruh dunia.”









