Kegiatan Sosial dan Lingkungan
Selain sirkumnavigasi, Buru eXpedition 2025 juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan lingkungan:
- Penanaman Mangrove – Tahap awal menanam 4.000 bibit mangrove di Desa Kaki Air, Kecamatan Kayeli, bekerja sama dengan Wanadri, PT Grab Teknologi Indonesia, dan Kodim 1506/Namlea. Penanaman ini bertujuan mencegah abrasi, meningkatkan ekonomi perikanan, dan memperbaiki kualitas air (fitoremediasi).
- Pelatihan Selam – Dilaksanakan pada 20–26 Oktober 2025, melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang. Tim yang terbentuk nantinya akan terlibat dalam perawatan terumbu karang di pesisir Buru.
Kolaborasi dan Dukungan
Buru eXpedition merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, melibatkan Wanadri, Mahatva, Fakultas Pertanian Unpad, PERDAMI, BASARNAS, TNI AU, TNI AD, Kodam Pattimura, Pemprov Maluku, Pemkab Buru, Pemkab Buru Selatan, Universitas Iqra Buru, Dinas Kesehatan, tokoh adat, agama, masyarakat, dan pemuda lokal, dengan dukungan dari BUMN dan mitra swasta.
Ketua Program Pengembangan Pesisir Terpadu Wanadri Achmad Jerry, menekankan bahwa kegiatan ini memperkuat literasi masyarakat, menjaga lingkungan, serta memanfaatkan mangrove untuk perbaikan kualitas air.
Sirkumnavigasi Pulau Buru dan rangkaian kegiatan Buru eXpedition 2025 ini menjadi momen penting bagi pengembangan literasi, lingkungan, dan pemuda lokal, sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara alam, masyarakat, dan pendidikan. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com




