Porostimur.com, Roma — Rencana pengalihan kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia ke Indonesia menghadapi hambatan serius di parlemen Italia. Sejumlah partai politik, terutama Partai Demokrat dan Movimento 5 Star (M5S), mempersoalkan keterlibatan perusahaan swasta Drass dalam proses tersebut.
Sorotan ini memicu penundaan pengambilan keputusan di parlemen, sebagaimana dilaporkan oleh jurnalis Andrea Carli dalam media Il Sole 24 Ore edisi 16 Maret 2026.
Peran Drass Jadi Sorotan
Dua senator dari Partai Demokrat, Alessandro Alfieri dan Graziano Delrio, menyatakan bahwa keputusan penundaan pemungutan suara juga didukung sebagian kekuatan politik mayoritas.
Menurut mereka, masih terdapat sejumlah hal yang belum jelas, terutama terkait dugaan penunjukan perusahaan Italia Drass oleh pihak Indonesia sebagai perantara dalam operasi tersebut.
“Beberapa poin yang belum jelas masih ada, khususnya peran perusahaan Italia Drass,” ungkap keduanya.
Di sisi lain, Drass disebut berpotensi menjadi penerima manfaat tidak langsung dari keseluruhan kesepakatan. Informasi dari kantor parlemen Italia menyebutkan bahwa perusahaan tersebut tengah menggarap kontrak pembangunan enam kapal selam senilai 480 juta euro.
Situasi ini mendorong parlemen meminta kehadiran Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto, untuk memberikan penjelasan langsung guna menghilangkan keraguan publik.









