Korupsi dan pajak adalah isu yang sangat poten. Korupsi naik, pajak mencekik maka bisa hampir dipastikan akan ada pembangkangan. Inilah mulainya gerakan sosial seperti di Pati.
Kemudian ditambah lagi dengan proyek-proyek yang dirasakan oleh banyak orang sebagai pemborosan. Tidak ada program dari pemerintahan ini yang sangat populer di mata para pembayar pajak ini. MBG? Koperasi Merah Putih? Sekolah Rakyat?
Problem utama pemerintahan ini adalah ia melakukan semua program itu tanpa melibatkan orang di luar lingkaran kekuasaan. MBG tidak melibatkan Pemda, sekolah, guru, dan orang tua. Rejim ini melihat mereka seakan sebagai parasit. pemerintah memilih membikin badan baru – dan para pelaksananya pun tidak pernah transparan. MBG dilaksanakan oleh yayasan-yayasan yang tidak pernah diketahui siapa pemiliknya.
Hal yang sama berlaku pada Kopdes Merah Putih dan Sekolah Rakyat. Juga militerisasi besar-besaran yang entah apa tujuannya.
Tidak heran bila warga negara merasa sangat pesimistis. Pemerintahan ini punya gaya paternalistik dan patronase yang luar biasa. Si Bapak paling tahu. Si Bapak menyediakan semuanya. Selain si Bapak, tidak ada yang pintar dan mampu.
Semua dikerjakan sendiri oleh Presiden dan lembaga-lembaga atau Satgas yang dia ciptakan. Ada kementerian yang jumlahnya banyak sekali tetapi kementerian-kementerian seakan lumpuh. Mereka kekurangan dana dan kadang tidak tahu apa yang dikerjakan. Namun para menteri saya kira tidak peduli juga. Hidup protokoler sebagai menteri sangat mewah dan sayang untuk ditinggalkan.









