Tokoh masyarakat Kelurahan Tidore, Nader Baradja, menyampaikan bahwa pawai obor bukan hanya tradisi seremonial, tetapi simbol kesiapan spiritual umat Islam menyambut Ramadan.
“Cahaya obor melambangkan harapan, kebersamaan, dan kesiapan hati umat Islam untuk menjalani ibadah puasa dengan penuh keikhlasan,” ujarnya.
Pererat Silaturahmi dan Jaga Tradisi
Sejak selepas salat Isya, masyarakat memadati sepanjang pesisir Jalan Boulevard Tidore. Suasana hangat terasa ketika gema takbir dan selawat mengiringi langkah peserta, memperkuat nuansa religius sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
Selain sebagai tradisi keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan berbagai generasi. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berjalan bersama, menjaga api obor tetap menyala sebagai simbol semangat kebersamaan.
Masyarakat berharap semangat yang terbangun melalui pawai obor dapat terus terjaga sepanjang Ramadan, menghadirkan suasana ibadah yang damai dan penuh keberkahan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur serta harapan agar pelaksanaan ibadah puasa tahun ini berjalan lancar, aman, dan membawa kedamaian bagi seluruh warga. (red/beritasatu)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com






