Porostimur.com, Maba — Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Halmahera Timur Djamal Esa, mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya para guru, untuk mengubah cara pandang terhadap mutasi jabatan dan tidak lagi mengaitkannya dengan kepentingan politik.
Seruan itu disampaikan menyusul masih adanya anggapan di kalangan ASN bahwa mutasi berkaitan dengan dinamika politik, padahal kebijakan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan organisasi pemerintahan.
“Mutasi itu hal yang biasa dalam pemerintahan, untuk pemerataan tenaga kerja dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Djamal, Senin (18/5/2026).
Mutasi untuk Pemerataan dan Pelayanan
Djamal menjelaskan, mutasi guru dari satu sekolah ke sekolah lainnya dilakukan untuk mengisi kekosongan tenaga pengajar sekaligus menjaga keseimbangan distribusi guru di berbagai wilayah di Halmahera Timur.
Namun, ia mengaku heran karena kebijakan mutasi di lingkup Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur sering dianggap wajar, tetapi menjadi sorotan besar ketika menyangkut guru dan tenaga kesehatan.
“Ketika mutasi guru dan tenaga kesehatan dilakukan, selalu menjadi perhatian besar dan menimbulkan berbagai tanggapan,” katanya.
ASN Harus Siap Ditempatkan di Mana Saja
Menurutnya, sebagai ASN, setiap pegawai harus siap ditempatkan di mana saja sesuai kebutuhan pemerintah dan kepentingan pelayanan publik.










