Pejabat Bupati Malra Lepas Peserta Jalan Santai Jelang HKN dan Gerakan Aksi Bergizi

oleh -12 Dilihat

Menanggulangi hal tersebut, lanjut dia pemerintah telah melakukan berbagai upaya melalui pendidikan, gizi seimbang, fortifikasi pangan, dan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD).

Suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) mulai dilaksanakan pada tahun 2015 dengan minum Tablet Tambah Darah (TTD)

“Satu tablet per minggu sepanjang tahun bagi remaja putri usia 12-18 tahun yang berada di jenjang pendidikan SMP/sederajat dan SMA/sederajat. Walaupun pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri sudah dilakukan, prevalensi anemia masih cukup tinggi,” ungkapnya.

Selain itu, terdapat banyak faktor yang mempengaruhi, salah satunya adalah kurangnya kepatuhan remaja putri dalam mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD).

Hasil Riskesdas 2018, menunjukkan bahwa proporsi remaja putri yang memperoleh Tablet Tambah Darah (TTD) dalam 12 bulan terakhir di sekolah sebesar 76,26, tetapi hanya 1,4 & yang mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD)sesuai anjuran.

Baca Juga  Sarmuji: Kinerja Nyata Golkar Harus Diimbangi Penguatan Citra di Ruang Digital

Berangkat dari kondisi tersebut, kata Jasmono UNICEF menginisiasi kegiatan #Aksi Bergizi dan mulai melaksanakan kegiatan tersebut pada tahun 2018 di Kabupaten Klaten dan Lombok Barat melalui advokasi, mobilisasi sekolah dan masyarakat, koordinasi multi sektor, penguatan kapasitas serta pemantauan dan evaluasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.