Pada 2027 mendatang, tujuh ohoi penerima program KNMP akan diusulkan untuk ditingkatkan statusnya menjadi KNMP Penyangga Plus dan KNMP Inti.
Peningkatan status tersebut direncanakan melalui penambahan sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya ABS dan bengkel nelayan, untuk memperkuat aktivitas operasional serta menunjang produktivitas masyarakat perikanan.
Ruslan menjelaskan, pengembangan secara bertahap tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun kawasan ekonomi perikanan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Dengan peningkatan fasilitas dan penguatan pengelolaan kelembagaan, kawasan KNMP diharapkan tidak hanya menjadi tempat aktivitas nelayan, tetapi berkembang menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat pesisir di masing-masing ohoi.
Kendala Lahan dan Akses Jalan Berhasil Diatasi
Dalam proses persiapan pembangunan, Dinas Perikanan Maluku Tenggara mengakui terdapat sejumlah tantangan teknis di lapangan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan ketersediaan lahan serta akses jalan menuju lokasi pembangunan di sejumlah ohoi.
Namun, melalui koordinasi dan kerja sama antara pemerintah daerah, para kepala ohoi, camat, serta seluruh pihak terkait, berbagai kendala tersebut akhirnya dapat diatasi sehingga pembangunan KNMP di tujuh lokasi bisa mulai dilaksanakan.









