Pemerintahan Israel Diprediksi Runtuh dalam Waktu Dekat, Kabinet Racikan PM Naftali Bennett Tercerai Berai

oleh -0 Dilihat

Porostimur.com, Tel Aviv – Pemerintahan Israel di bawah kuasa Perdana Menteri Naftali Bennett menunjukkan tanda-tanda kehancuran dengan para pejabat yang saling tercerai-berai.

Menuju pemilihan umum kelima tiga tahun mendatang, jajaran kerja negara Israel yang dipimpin PM Naftali Bennett justru diterpa isu tidak mengenakan.

Santer kabar beredar, orang-orang kepercayaan Naftali Bennett yang sejak lama berkoalisi dengannya satu-persatu pergi meninggalkan sisi sang perdana menteri.

Sekutu lama Naftali Bennett Nir Orbach, misalnya. Dia mengumumkan pada Senin, 13 Juni, bahwa dirinya telah hengkang dari blok legislatif yang berkuasa.

Orbach mengatakan, dia telah disandera oleh “elemen ekstremis, anti-Zionis,” seperti anggota Partai Arab Bersatu (Ra’am), Mazen Ghanaim, dan sayap kiri parlemen Meretz, Ghaida Rinawie Zoabi.

Baca Juga  Kodam Pattimura Buka Peluang 12 Ribu Calon Prajurit TNI, Pemuda Maluku Diajak Mendaftar

Langkah Orbach meninggalkan koalisi beragam Bennett dengan hanya 59 kursi tersisa di Knesset beranggotakan 120 orang.

Di hari yang sama, Bennett dikabarkan berbicara kepada Knesset. Bennett mengakui bahwa pemerintahannya dipastikan runtuh dalam satu atau dua minggu lagi jika tak segera ambil tindakan.

Untuk itu Bennett mengupayakan para pembelot supaya bergabung kembali. Orbach menjadi anggota ketiga dari partai konservatif Yamina Bennett yang mundur dari blok penguasa.