Ia menegaskan, Mubes harus ditempatkan sebagai ruang demokrasi bagi pemuda Fagogoru. Forum tersebut tidak boleh direduksi hanya menjadi arena memilih ketua atau membentuk struktur kepengurusan.
“Mubes Ke-I bukan sekadar memilih ketua atau membentuk kepengurusan. Yang jauh lebih penting adalah merumuskan apa yang ingin kita perjuangkan bersama, bagaimana organisasi ini bekerja, dan ke mana Pemuda Fagogoru Jabodetabeka-Banten akan diarahkan ke depan,” ujar Arahyl.
Karena itu, seluruh peserta diharapkan mampu membangun tradisi musyawarah yang sehat, terbuka dan bertanggung jawab.
Perbedaan pandangan, kata dia, merupakan sesuatu yang wajar dalam sebuah forum demokrasi. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh menghilangkan ikatan persaudaraan.
“Kita ingin Mubes ini menjadi ruang pertarungan gagasan, bukan pertarungan kepentingan pribadi. Silakan berbeda pandangan, tetapi jangan kehilangan persaudaraan. Karena kekuatan Fagogoru justru terletak pada kemampuan kita merawat perbedaan dalam satu ikatan persaudaraan,” tegasnya.
Arahyl memastikan Mubes Ke-I dan Deklarasi Pemuda Fagogoru Jabodetabeka-Banten akan digelar pada 19 September 2026.
Seluruh persiapan terus dimatangkan agar agenda tersebut tidak berhenti sebagai seremoni organisasi, tetapi benar-benar menjadi fondasi awal untuk membangun persatuan, kapasitas dan arah gerakan pemuda Fagogoru di wilayah Jabodetabeka-Banten.









