Porostimur.com, Ternate – Duka belum beranjak dari keluarga RD, remaja perempuan berusia 17 tahun di Kota Ternate, Maluku Utara. RD meninggal dunia setelah sebelumnya diduga menjadi korban kekerasan fisik dan kekerasan seksual di sebuah hotel di Kelurahan Gamalama.
Kepergian RD kini menyisakan luka sekaligus pertanyaan besar bagi keluarganya. Mereka mendesak kepolisian memberikan kepastian hukum, termasuk segera melakukan penahanan terhadap dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
Kasus ini bermula ketika RD diajak bepergian oleh sejumlah rekannya. Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV hotel, RD terlihat keluar dari lokasi sekitar pukul 09.00 WIT setelah ditinggalkan teman-temannya.
Setelah kejadian itu, keluarga melihat perubahan drastis pada kondisi RD.
Kakak korban, DD, mengatakan adiknya yang sebelumnya beraktivitas seperti biasa berubah menjadi pendiam. Kondisinya kemudian terus menurun hingga akhirnya harus mendapatkan perawatan di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie.
“Awalnya itu adik saya diajak dengan teman-temannya, tapi yang lain pulang dan meninggalkan adik saya. Adik saya keluar hotel sesuai dari rekaman CCTV pada pukul 9 pagi,” ungkap DD, Senin (14/9/2026).









