Penembakan Saat Perayaan Halloween di AS Tewaskan 24 Orang, 94 Lainnya Luka

oleh -6 Dilihat
Perayaan Halloween di sejumlah wilayah Amerika Serikat (AS) diwarnai rentetan aksi penembakan yang menelan banyak korban jiwa. Sedikitnya 24 orang dilaporkan tewas dan 94 lainnya mengalami luka-luka dalam berbagai insiden yang terjadi sepanjang akhir pekan, Sabtu hingga Minggu (31/10–1/11/2026).

Porostimur.com, Washington – Perayaan Halloween di sejumlah wilayah Amerika Serikat (AS) diwarnai rentetan aksi penembakan yang menelan banyak korban jiwa. Sedikitnya 24 orang dilaporkan tewas dan 94 lainnya mengalami luka-luka dalam berbagai insiden yang terjadi sepanjang akhir pekan, Sabtu hingga Minggu (31/10–1/11/2026).

Berdasarkan penelusuran The New York Times (NYT), penembakan terjadi di berbagai lokasi, mulai dari kelab malam, toko kostum, kawasan stadion, hingga lingkungan kampus dan acara universitas.

Salah satu insiden paling mematikan terjadi di kawasan Deep Ellum, Dallas, Texas. Tiga penembakan yang berlangsung pada Minggu dini hari dalam rentang waktu sekitar 75 menit menyebabkan sedikitnya empat orang tewas dan 15 lainnya terluka.

Rentetan kekerasan tersebut berlangsung ketika warga Amerika Serikat merayakan Halloween, yang identik dengan pesta kostum dan berbagai kegiatan hiburan.

Di Detroit, seorang bocah berusia lima tahun yang mengenakan kostum Halloween menjadi korban tembakan di bagian dada saat sedang bermain di ruang belakang rumah.

Wakil Kepala Kepolisian Detroit, Arnold Williams, mengungkapkan bahwa bocah tersebut sempat menyampaikan kepada ibunya bahwa dirinya terkena tembakan.

Baca Juga  5 Risiko yang Bisa Terjadi Kalau Kamu Nikah Siri, Yakin Mau?

“Dia memberi tahu ibunya, ‘Saya rasa saya tertembak’,” kata Williams.

Beruntung, korban yang identitasnya tidak disebutkan itu dilaporkan dalam kondisi stabil.

Penembakan di Dallas, Jacksonville hingga California

Di Jacksonville, Florida, sebanyak 13 orang menjadi korban penembakan dalam dua insiden terpisah. Dua orang dilaporkan tewas.

Departemen Kepolisian Jacksonville menyebutkan, seorang remaja berusia 17 tahun tewas akibat terkena peluru nyasar ketika sedang mengantre untuk menghadiri pesta Halloween. Dua orang lainnya turut terluka dalam insiden tersebut.

Penembakan lainnya terjadi di sebuah pesta rumah yang dihadiri lebih dari 100 orang. Sebanyak 10 orang terkena tembakan setelah kekerasan meluas hingga ke jalanan.

Dalam peristiwa itu, seorang pria berusia 20 tahun tewas, sementara seorang remaja perempuan berusia 15 tahun mengalami luka dan dilaporkan dalam kondisi stabil. Satu korban lainnya masih menjalani perawatan dalam kondisi kritis.

Insiden berdarah juga terjadi di sebuah kelab malam di Jackson, Mississippi. Penembakan di lokasi tersebut menyebabkan dua orang tewas dan empat lainnya terluka.

Baca Juga  JK Ingatkan Lulusan Unpatti, Tak Hanya Andalkan Ijazah

Sementara itu, di California Utara, seorang pria bersenjata melakukan penembakan di sebuah toko kostum. Serangan tersebut menewaskan seorang perempuan hamil bersama empat anaknya serta melukai enam orang lainnya. Dua korban luka dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Di Oklahoma City, petugas kepolisian merespons laporan keributan di sebuah taman saat berlangsung pesta Halloween. Dalam insiden itu, satu orang ditembak beberapa kali pada bagian kaki hingga mengalami luka parah.

Kampus dan Acara Olahraga Turut Jadi Lokasi Penembakan

Gelombang penembakan juga menyasar kawasan kampus dan kegiatan universitas. Lebih dari 20 orang dilaporkan terkena tembakan dalam sejumlah insiden yang terjadi di sekitar lingkungan pendidikan maupun acara kampus.

Di Birmingham, Alabama, satu orang tewas dan delapan lainnya terluka dalam penembakan di luar Legion Field. Lokasi tersebut merupakan tempat pertandingan sepak bola antara Alabama A&M dan Alabama State berlangsung.

Peristiwa serupa terjadi di Bloomington, Illinois. Petugas mengevakuasi delapan korban penembakan di sekitar kampus Universitas Illinois Wesleyan.

Baca Juga  MA Nyatakan Suket Pendidikan Gibran Tidak Sah, Margarito dan Hamdan Zoelva Bilang Begini!

Seorang perempuan berusia 19 tahun dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian. Tujuh korban lainnya dilarikan ke rumah sakit setempat, dengan salah satu di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Tingginya jumlah korban dalam rentetan penembakan tersebut kembali memperlihatkan sulitnya mencegah kekerasan bersenjata di tengah keramaian perayaan publik.

Kriminolog dari Universitas Miami, Alexis Piquero, menilai aparat kepolisian memiliki keterbatasan dalam mengawasi seluruh lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Polisi tidak bisa berada di setiap bar. Mereka tidak bisa berada di setiap tempat parkir,” kata Piquero.

Data korban dalam berbagai insiden tersebut dihimpun dari penelusuran The New York Times. Rentetan penembakan itu menjadi salah satu catatan kelam perayaan Halloween di Amerika Serikat pada tahun ini.

sumber: inews

No More Posts Available.

No more pages to load.