Perang Iran Bikin AS Terdesak, Reputasi Militer Rusak hingga Selat Hormuz Jadi Kartu Strategis Teheran

oleh -46 Dilihat
AS harus terima banyak kenyataan buruk akibat perang Iran. Foto/X

“Walaupun AS telah mengerahkan kekuatan penuh untuk mendukung upaya pelintasan malam hari secara diam-diam ini, mereka tidak mampu memulihkan lalu lintas pelayaran hingga mendekati tingkat normal,” katanya.

Situasi tersebut, menurut dia, pada akhirnya akan memaksa Amerika Serikat menghadapi pilihan sulit.

Jika Iran tidak bersedia memenuhi tuntutan Washington, maka AS harus menerima kenyataan baru yang terbentuk di lapangan.

“Pada titik tertentu, situasi akan mencapai tahap kritis yang menuntut pengambilan keputusan tegas. Entah Iran akan mengalah pada tuntutan Amerika—yang menurut saya sangat kecil kemungkinannya—atau Amerika Serikat harus menerima kenyataan baru di lapangan ini,” ujar Elmasry.

Persoalan menjadi semakin rumit karena Iran diyakini tidak memiliki alasan kuat untuk melepaskan kendali strategisnya atas Selat Hormuz.

Baca Juga  Lantik Pengurus Golkar Maluku, Bahlil Lahadalia Boyong Sejumlah Menteri ke Ambon

Alan Eyre, mantan diplomat Amerika Serikat sekaligus peneliti di Middle East Institute, menilai Teheran kini semakin melihat selat tersebut sebagai instrumen utama pencegahan strategis terhadap kemungkinan serangan baru.

Iran Pegang Kartu Selat Hormuz, Ekonomi Global Terancam

Eyre mengatakan, prioritas utama kepemimpinan Iran adalah mencegah kemungkinan serangan lanjutan dari Amerika Serikat dan Israel.

Dalam kalkulasi Teheran, kendali atas Selat Hormuz dipandang sebagai salah satu instrumen paling penting untuk mencapai tujuan tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.