“Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku berkomitmen untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan SPPG, meningkatkan cakupan penerima manfaat khususnya bagi kelompok rentan, memperkuat pengawasan mutu dan keamanan pangan, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dan pelaku usaha lokal,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, dan media.
“Kunci keberhasilan program ini adalah kolaborasi. Semua pihak harus bergerak bersama agar manfaat Program MBG benar-benar dirasakan secara merata oleh masyarakat Maluku,” tegasnya.
Dorong Pangan Lokal Masuk Rantai Pasok MBG
Lewerissa menambahkan, potensi pangan lokal Maluku seperti hasil laut, sagu, produk pertanian, dan hasil UMKM harus menjadi bagian utama dalam rantai pasok program MBG.
Menurutnya, langkah tersebut penting agar manfaat ekonomi program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Kita ingin potensi pangan lokal Maluku menjadi tulang punggung rantai pasok MBG, sehingga program ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan plakat antara Badan Gizi Nasional dan Pemerintah Provinsi Maluku serta Pemerintah Kota Ambon.









