Porostimur.com, Teheran — Sebuah kelompok peretas pro-perlawanan yang menamakan diri Handala mengklaim telah melakukan operasi siber besar dengan membocorkan data pribadi puluhan perwira militer Israel.
Dalam pernyataannya yang dikutip media Iran Press TV, kelompok tersebut mengaku berhasil mengungkap identitas dan informasi sensitif dari sekitar 100 perwira senior unit elit militer Israel, yakni Unit Maglan atau dikenal juga sebagai Unit 212.
Klaim Pembobolan Unit Elit Operasi Rahasia
Kelompok Handala menyebut Unit Maglan sebagai salah satu satuan khusus yang berperan dalam operasi rahasia, pengumpulan intelijen, hingga penargetan aset strategis seperti sistem rudal dan pangkalan militer.
“Mulai saat ini, tidak ada lagi tempat untuk bersembunyi; nama, wajah, dan catatan mereka ada di tangan kami,” demikian pernyataan kelompok tersebut.
Mereka juga menegaskan bahwa pengungkapan ini baru tahap awal dari rangkaian operasi siber yang lebih luas.
Serangan Siber Jadi Bagian Perang Informasi
Aksi ini disebut sebagai bagian dari kampanye psikologis dan perang informasi yang kian intens di tengah konflik kawasan. Dalam beberapa bulan terakhir, kelompok tersebut mengklaim telah beberapa kali menargetkan tokoh penting Israel.
Salah satu yang disorot adalah dugaan peretasan terhadap perangkat milik Herzi Halevi, mantan Kepala Staf militer Israel. Dari operasi itu, mereka mengaku memperoleh ribuan file berupa foto, video, dan dokumen internal.











