Peringati Hari Christina Tiahahu, Aktivis Perempuan Maluku Nyatakan Terluka Dengan Makian Murad Ismail

oleh -3 Dilihat

Porostimur.com | Ambon: Ketua Yayasan Pelangi Maluku, Rosa Pentury, menyatakan dirinya sedih dan terluka karena dari tanggal 22 Desember 2020 sampai 2 Januari 2021 ini, masyarakat dibuat sedih dengan kata-kata makian yang dilontarkan oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Hal ini disampaikan Rosa Pentury saat menyampaikan sambutan dalam acara peringatan Hari Pahlawan Nasional, Martha Christina Tiahahu yang ke-203 tahun, Sabtu (2/1/2021).

Kegiatan ini diadakan oleh para aktivis perempuan Maluku dan sejumlah organisasi kemasyarakatan sebagai refleksi atas perjuangan perempuan Maluku melawan penjajahan di pelataran Monumen Christina Martha Tiahahu Karang Panjang Ambon.

“Mungkin untuk orang tertentu menganggap hal ini biasa, tapi par beta seng biasa. Sedih memang, ini sesuatu yang terluka bagi saya, terobek-robek, tercabik-cabik, perempuan dibilang seperti itu,” ungkap Rosa.

Selain menyampaikan keprihatinan atas polah Murad Ismail yang memaki kaum perempuan, Rosa juga mengutarakan kekecewaannya terhadap para pejabat tinggi di Maluku karena tidak mengikuti kegiatan memperingati hari besar salah satu pahlawan perempuan di Maluku.

Baca Juga  Ini Dosa Penghambat Rezeki yang Sering Tak Disadari

Ia menilai para pejabat daerah terlalu menganggap biasa hal ini. Padahal menurutnya Martha Christina Tiahahu merupakan salah satu pahlawan perempuan yang luar biasa, yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk Maluku walaupun usianya pada saat itu masih tergolong muda.