Porostimur.com, Jakarta – Pemerintah menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude storage) di sejumlah wilayah Sumatra untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Infrastruktur strategis tersebut ditargetkan mampu mendukung ketersediaan stok minyak hingga 60 hari.
Rencana pembangunan fasilitas penyimpanan itu dibahas dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mengatakan fasilitas tersebut disiapkan untuk menampung minyak mentah hasil impor sehingga Indonesia memiliki kapasitas penyimpanan yang lebih memadai.
“Kita akan membangun storage beberapa di wilayah Sumatra untuk ketika kita melakukan impor crude. Target kita bisa sampai dengan 60 hari,” ujar Bahlil usai rapat.
Pembangunan crude storage menjadi bagian dari strategi pemerintah meningkatkan kapasitas penyimpanan sekaligus memperkuat fleksibilitas pengelolaan pasokan minyak nasional di tengah dinamika energi global.
Studi Kelayakan Rampung, Lokasi Ditinjau Akhir Tahun
Bahlil menjelaskan, studi kelayakan pembangunan fasilitas penyimpanan minyak tersebut telah rampung. Pemerintah selanjutnya akan melakukan peninjauan sejumlah lokasi mulai akhir tahun ini.









