Tidak tepat menyimpulkan telah terjadi tindak pidana atau kerugian negara sebelum terdapat hasil pemeriksaan maupun audit resmi dari lembaga yang memiliki kewenangan. Justru karena itu, keterbukaan dokumen menjadi penting.
Pihak-pihak yang bertanggung jawab atas proyek perlu menjelaskan dasar perencanaan awal, hasil survei dan kajian teknis, alasan perubahan desain, seluruh dokumen addendum, perubahan volume pekerjaan, asal-usul material Galian C, jumlah material yang digunakan, mekanisme pembayaran, serta sistem pengawasan pekerjaan.
Persoalan proyek Jembatan Wai Parang dengan demikian tidak semestinya hanya dilihat dari apakah pekerjaan terlambat atau progres fisiknya sesuai target.
Ada rangkaian panjang yang harus diperiksa secara berurutan: bagaimana proyek direncanakan, bagaimana desain disusun, bagaimana kontrak ditetapkan, mengapa perubahan terjadi, dari mana material diperoleh, bagaimana pembayaran dilakukan, dan bagaimana pekerjaan diawasi.
Seluruh mata rantai tersebut memiliki hubungan langsung dengan pertanggungjawaban penggunaan APBN. Jika seluruh proses telah berjalan sesuai ketentuan, maka penjelasan resmi dan dokumen pendukung semestinya mampu menjawab pertanyaan publik.









