Ting!
Pesan masuk di handphone Clara. Buru buru perempuan itu membuka.
Endra
Cepet banget lo dapet yang baru
Clara menaikkan satu alisnya lalu clingak clinguk memgingkari penjuru kantin. Ternyata Endra dipojok sedang memperhatikannya.
Clara
Jangan sok tau deh
Ting!
Endra
Pulang matkul temui gue, di kafe biasa.
Clara
Buat apa?
Endra
Bahas hubungan kita
Clara
Kita udah selesai kalau lo lupa
Endra
Kemarin kita ambil keputusan terlalu emosi, Cla. Nanti gue jemput, gak ada penolakan.
Clara mengertakan giginya. Mengenggam ponselnya erat erat.
Endra maunya apa sih? Mau perbaiki hubungannya biar gue gak bisa move on gitu? Cihhh. batin Clara.
Apakah keputusan Clara dan Endra putus itu pilihan yang terbaik? Atau malah menjadi sakit karena mereka putus? (*)










