Pendekatan tersebut dirancang untuk mendorong anak lebih aktif dan antusias mengikuti proses belajar, sekaligus memperkuat kemampuan dasar sebagai bekal melanjutkan pendidikan.
Kepala Sekolah di Negeri Rumalusi, Bernadetha Rina Kolatlena, S.Pd., Gr., mengapresiasi dukungan tersebut karena memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam bagi siswa.
“Anak-anak sangat antusias karena mereka diajak belajar dengan cara yang menyenangkan. Kami melihat mereka lebih aktif dan berani terlibat selama kegiatan berlangsung. Dukungan seperti ini sangat berarti bagi kami dalam memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi anak-anak,” ujar Bernadetha.
Sementara di Desa Teor, dukungan difokuskan pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Sebanyak 10 guru mengikuti workshop pemanfaatan perangkat digital, mulai dari pengoperasian laptop hingga penggunaan aplikasi untuk menunjang pembelajaran dan administrasi sekolah.
Selain pelatihan, dukungan sarana pembelajaran dan pengembangan website sekolah turut diberikan untuk memperluas akses informasi sekaligus mendorong pengelolaan pendidikan yang lebih adaptif.
Guru Diperkuat, Teknologi Dimanfaatkan untuk Pembelajaran
Intervensi di Rumalusi dan Teor disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
Di Rumalusi, penguatan diarahkan pada kemampuan dasar dan pengalaman belajar anak. Sementara di Teor, peningkatan kapasitas guru menjadi fokus agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan pembelajaran dan administrasi sekolah.









