Dony mengatakan, pendekatan tersebut diharapkan membuat manfaat program tidak berhenti pada bantuan fasilitas, tetapi berkembang melalui peningkatan kapasitas penerima manfaat.
“Kami berharap yang tertinggal dari program ini bukan hanya fasilitas, tetapi kemampuan. Ketika anak semakin percaya diri untuk belajar dan guru semakin mandiri memanfaatkan teknologi, manfaatnya dapat terus berkembang dan dirasakan lebih luas oleh sekolah maupun masyarakat,” tambah Dony.
Program tersebut sebelumnya diawali dengan pemetaan kebutuhan dan tantangan pendidikan melalui Focus Group Discussion (FGD) di Ambon. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan dukungan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah kepulauan.
Melalui program TJSL ini, PLN UIW MMU terus mendorong kontribusi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia di Maluku. Dari penguatan literasi dasar anak-anak di Rumalusi hingga peningkatan kemampuan digital guru di Teor, program tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan masyarakat wilayah 3T memperoleh pendidikan yang lebih berkualitas.
(Keket)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









