Produksi Ikan Anjlok, ini Keluhan Pengusaha Ambon ke Jokowi

oleh -86 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Presiden Jokowi meninjau proses vaksinasi dan berbincang dengan pelaku usaha perikanan di Pelabuhan Yos Sudarso, Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Kunjungan kerja merupakan rangkaian lanjutan setelah mantan Walikota Solo itu menggelar kunjungan kerja di Maluku Utara, Rabu (24/3/2021) lalu.

Dalam kunjungan ke Pelabuhan Yos Sudarso, Jokowi mengawali dengan melihat langsung proses vaksinasi di Yos Sudarso pada pukul 08.40 WIT.

Ia melihat sejumlah pegawai di Pelabuhan Yos Sudarso divaksin COVID-19.

Usai meninjau lokasi vaksinasi, Jokowi langsung menuju lokasi peti kemas. Ia pun mendengar laporan dari pihak manajemen kapal tentang penggunaan pelabuhan.

Link Banner

“Yang tahun kemarin jadi tingkat okupansi untuk dermaga itu baru 38 persen (…) artinya dengan kapasitas 450 kapal itu baru terisi 274 kapal pak tiap tahun. Jadi masih ada space kurang lebih 176 kapal lagi yang kita bisa layani,” ujar pihak Direksi Pelabuhan Terminal Kontainer Ambon kepada Presiden Jokowi di Pelabuhan Yos Sudarso, Maluku, Kamis (25/3/2021).

Baca Juga  Polri dan KPI Bahas Persiapan Hari Penyiaran Nasional

Setelah mendengar pemaparan, Jokowi lantas bertemu dengan pengusaha perikanan di Maluku.

Jokowi menerima laporan ekspor tuna loin hingga 83 ton ke Los Angles, Amerika, ikan cakalang, ikan pelegis, ikan kembung dan ikan lain dari pelabuhan Yos Sudarso.

Ia lantas mendengar keluhan dan saran dari pelaku bisnis perikanan.

Salah satu pelaku bisnis perikanan Kuntoro Alfred Kusno mengeluhkan kehadiran lembaga laboratorium di Ambon.

Ia juga menceritakan tentang produksi ikan yang menurun drastis kepada Jokowi.

“Sebelum tahun 2000 rata-rata itu sekitar 6.000-8.000 ton per tahun, tahun kemarin saya catat hanya 213 ton, 213,7 metrik ton. Jadi memang drop sekali,” kata Kuntoro kepada Jokowi di Pelabuhan Yos Sudarso, Maluku, Kamis (25/3/2021).

Baca Juga  Dinilai Kadaluwarsa, KPU Kepulauan Sula Masih Kaji Rekomendasi Bawaslu

Kuntoro mengungkapkan permasalahan terjadi karena titik-titik penangkapan ikan sudah langsung diambil oleh nelayan yang menggunakan jaring jenis rumpon dari luar Maluku seperti Bitung dan Jakarta.

Selain itu, kendala lain adalah jumlah nelayan yang terus berkurang. Ia mencatat, kapal nelayan yang digunakan warga Ambon, yakni kapal jenis pole and line berkurang dari 450 unit menjadi 50 unit.

“Saya mengharapkan bapak kalau bisa tolong lah bantu masyarakat kita tidak usah banyak. Kembalikan sekitar 450 unit kapal-kapal pole and line ini,” kata Kuntoro.

(red/tirto)