Produksi Tambang Freeport Lesu, Ekonomi Papua Merosot Hingga 15,72%

oleh -42 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2019 melambat yaitu hanya 5,02% year-on-year (yoy). 

Secara spasial, pertumbuhan ekonomi paling rendah terjadi pada kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua yang terkontraksi yaitu -7,4% yoy. 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Maluku dan Maluku Utara sejatinya masih positif yaitu masing-masing 5,57% dan 6,13% yoy. 

“Yang menjadi penarik ke bawah adalah pertumbuhan Papua yang mengalami kontraksi -15,72% pada tahun lalu,” tutur Suhariyanto, Rabu (5/2/2020). 

Adapun, merosotnya pertumbuhan ekonomi Papua ialah sejalan dengan penurunan produksi tambang PT Freeport Indonesia yang beroperasi di sana. 

“Penyebab utamanya adalah memang betul penurunan produksi Feeeport di mana ada peralihan pertambangan sehingga Papua mengalami kontraksi pertumbuhan tahun lalu,” sambung Suhariyanto. 

Baca Juga  Gandeng Tsingshan, MDKA Kembangkan Pabrik Mineral di Pulau Wetar

BPS mencatat, penurunan pertumbuhan ekonomi Papua sudah terjadi sejak kuartal III-2018 lalu di mana produk domestik regional bruto (PDRB) hanya tumbuh 6,2% atau jatuh dari kuartal sebelumnya yang sebesar 23,89% yoy. 

Kuartal IV-2018, PDRB Papua kian tertekan sehingga tumbuh -17,95% yoy sehingga secara setahun penuh pertumbuhan ekonomi Papua tercatat 7,37% di 2018. 

Sementara sepanjang 2019, pertumbuhan PDRB Papua selalu negatif. Secara berturut-turut, ekonomi Papua di kuartal pertama hingga keempat mencatat pertumbuhan -18,66%, -23,91%, -15,05%, dan -3,73% yoy. 

Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi Papua secara akumulatif tahun lalu tercatat -15,72% yoy. (red/rtm/kontan)