Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa
Sri Mulyani, Menteri Keuangan terlama di Indonesia akhirnya diganti. Sri Mulyani adalah menteri keuangan di era presiden Susilo Bambang Yudhoyono, era presiden Jokowi dan lanjut awal era presiden Prabowo. Sebagai Menkeu, Sri Mulyani dianggap cukup berhasil menjaga fiskal, stabilitas moneter dan pertumbuhan ekonomi di kisaran angka 5 persen. Tidak buruk-buruk amat, juga tidak baii-bail amat.
Tak ada gading yang tak retak. Sri Mulyani bukan sosok sempurna. Ia juga mendapatkan banyak kritik terutama terkait kebijakan fiskalnya yang lebih cenderung mengandalkan pajak rakyat dari pada mengejar para pengusaha kakap yang pengemplang pajak hingga triliuanan. Di era Sri Mulyani, kebocoran pajak, terutama dari Sumber Daya Alam (SDA) dan kepabeanan dianggap paling besar. Di satu sisi, Sri Mulyani dikenal super disiplin dalam mecairkan alokasi dana untuk APBN. Bahkan dikenal sebagai menteri pelit, kata lain dari disiplin dan hati-hati. Di sisi lain, Sri Mulyani dianggap jauh dari piawai dalam memperbesar sumber pendapatan negara. Tidak cukup cerdas dalam menggali sumber-sumber keuangan yang potensial dan sangat besar di Indonesia. Akibatnya, tidak ada lonjakan fiskal berarti di era Sri Mulyani. Dalam pembangunan, Indonesia hanya mampu mengandalkan hutang yang terus membebani fiskal negara.









