Ribuan Demonstran Iran Ejek Kekalahan Partai Republik dalam Pemilu AS

oleh -11 Dilihat
Para pengunjuk rasa berpawai melintasi pusat kota Teheran menuju bekas Kedutaan Besar AS dalam unjuk rasa untuk memperingati 47 tahun peristiwa pengambilalihan kedutaan dan krisis penyanderaan tahun 1979, pada 4 November 2026 di Teheran, Iran. Foto/Fateme

Ejek Kekalahan Trump, Tuntut Pembalasan atas Kematian Khamenei

Selain menyuarakan penolakan terhadap Amerika Serikat dan Israel, massa juga menjadikan kekalahan Partai Republik dalam pemilu paruh waktu AS sebagai bahan sindiran terhadap Trump.

Presiden Amerika Serikat itu sebelumnya mengakui bahwa perang melawan Iran turut berkontribusi terhadap kekalahan besar Partai Republik dalam pemilu tersebut.

Sejumlah poster dan spanduk bernada provokatif terlihat dalam aksi tersebut. Salah satunya menggambarkan Trump sebagai seekor anjing bulldog berlumuran darah yang diikat menggunakan tali oleh sosok menyerupai iblis, yang tampak menggambarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Poster lainnya secara khusus menuntut pembalasan atas kematian Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada awal pecahnya perang regional.

Bagi para demonstran, kematian pemimpin tertinggi Iran tersebut menjadi salah satu alasan utama untuk terus menyuarakan perlawanan terhadap kedua negara.

Baca Juga  Bahlil Disebut Masuk Daftar Target Penyadapan, Golkar Minta Motif Politik Diungkap

Aksi massa ini sekaligus memperlihatkan bahwa kemarahan publik di Iran terhadap Washington dan Tel Aviv masih kuat, meskipun tekanan militer dan politik akibat perang terus berlangsung.

Selat Hormuz dan Ancaman Gejolak Energi Global

Selain pesan politik dan tuntutan pembalasan, demonstrasi di Teheran juga membawa pesan mengenai dampak ekonomi dari konflik yang sedang berlangsung.

No More Posts Available.

No more pages to load.