Sayonara

oleh -2 Dilihat

“Al, kamu tidak papa kan?, ada apa?”
Aku hanya bungkam, dan memeluk Desi dengan penuh erat. Aku memuntahkan tangisku di dalam pelukannya tersebut. Sakit hati, dan juga kebencian terhadap Zero sepertinya mulai membelenggu perasaanku sekarang.

“Dia membohongiku. Ternyata dia telah memiliki kekasih selama satu tahun ini”.
“Apaaaaaa?, sumpah, kenapa Zero begini sama kamu. Al, kamu harus telepon dia sekarang juga”.
“Tidak perlu Na, sudahlah, sekarang cukup aku tahu, jika sekarang memang Zero pembohong”.
“Alvia, aku percaya, akan datang yang terbaik untuk kamu, dan itu bukan Zero. Lupakan dia ya Al”.

KEESOKAN HARINYA…
18 AGUSTUS 2017
“Kak Alvia, ada yang mau bertemu sama kakak di luar”
“Siapa dek?”, tanyaku kepada Sari yang merupakan adik tingkatku.
“Hmmmm, kurang tahu, kakak liat langsung aja”.

Baca Juga  DLHP Ambon Tegur Simpang Raya 3, Limbah IPAL Diduga Picu Bau Tak Sedap

Aku bergerak keluar Kelas, dan melihat siapakah gerangan yang ingin menemuiku siang ini. Dan, benar-benar hal yang sangat kubenci, tenryata yang ingin menemuiku, adalah Zero.
“Aku akan menjelaskan semuanya”
“Tidak perlu”
“Dengarkan aku, aku mohon”
Menatapnya, dan mencoba menahan tangisku. Sakit hati yang dulu sempat berkobar sangat lama di lubuk hatiku, ingin rasanya aku pendam dan kulempar di tempat yang jauh.
“Semua bukan salahmu Alvia, ini salah paham”, dengan berani dia memengang lengaku.