Sayonara

oleh -2 Dilihat

Karya: Aisyah Nur Hanifah

Berdesir angin malam menyibak kalbu, seraya menyentuh dengan lembut pintu tenda yang membuka lebar menghadap langit malam. Aku terduduk diam di depannya, seraya memainkan sebuah gitar akustik, dengan bersenandungkan sebuah lagu Raisa, “Mantan Terindah”.

Memetik dengan pelan setiap senar-senar putih halus, dan kembali lagi aku bersenandung dengan memejamkan mata mengingat dirinya yang disana aku rindukan, mantan kekasihku yang bernama Nizar. Seseorang yang telah tiga tahun bersamaku, namun secara sepihak tiba-tiba dia pergi tanpa kabar, setelah memutuskan untuk menjadi seorang prajurit TNI di Surabaya. Dia pergi tanpa pamit dan meninggalkanku begitu saja. Jika aku bertanya kepada kelima sahabatku, mereka mengatakan, jika Nizar tanpa langsung telah memutuskanku, walaupun tidak seratus persen aku mengiyakan pendapat kelima sahabatku tersebut.

Baca Juga  Fifian Adeningsi Mus Dilantik Jadi Ketua DPC HKTI Kepulauan Sula

“Lagu yang bagus”
Seorang para manis bertubuh tegap menghampiriku dengan senyumnya yang ramah. Tanpa izin, kemudian dia duduk di dekatku sembari melihatku dan menatap dalam sendu yang diam terpaku asyik memainkan gitarku.

“Aku boleh request lagu”
“Silahkan”
“Lagu Letto, (Ruang Rindu)”.
“Boleh”

Di malam itu, bersama derai angin-angin manja yang memukul pintu tenda pelan, di atas bentangan tikar anyaman bambu, aku dan dirinya, bersenandung lagu bersama-sama. Cukup keren, suaranya dan juga senyumnya, telah berhasil menghibur kesedihanku di malam ini.