Ely berharap, seminar internasional tersebut tidak sekadar menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga mampu melahirkan gagasan, rekomendasi, dan pemikiran konstruktif yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan tata kelola sumber daya alam.
Ia juga berharap hasil pemikiran dari forum tersebut dapat menjadi masukan bagi penguatan perlindungan masyarakat hukum adat dan pelestarian lingkungan, khususnya di Kota Ambon dan Maluku, serta secara lebih luas di Indonesia.
Seminar internasional ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Prof. Timo Kaartinen, Prof. Mela Ismelina Rahayu, dan Dr. Jemmy J. Pietersz.
(Keket)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









