“Mereka membombardir rumah itu dengan rudal tanpa peringatan. Ini adalah kejahatan mengerikan. Kami tidur tanpa tahu apakah bisa bangun kembali,” katanya.
Pada lokasi berbeda, serangan pesawat tak berawak Israel menghantam tenda pengungsi di dekat kota Khan Yunis, menewaskan lima orang, termasuk seorang anak.
Korban lainnya adalah seorang pemuda yang, menurut Bassal, ditembak mati oleh tentara Israel saat sedang menunggu bantuan di dekat pusat distribusi kemanusiaan di Kota Rafah, wilayah selatan Gaza.
Pada hari yang sama, militer Israel mengeluarkan perintah evakuasi untuk beberapa bagian Kota Gaza dan wilayah di utara, dengan peringatan akan adanya operasi militer besar-besaran.
“Militer akan beroperasi dengan kekuatan besar di wilayah ini. Operasi ini akan semakin intensif dan meluas untuk menghancurkan kemampuan organisasi-organisasi teroris,” kata juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, dalam pernyataan di platform X.
Ia juga meminta warga segera mengungsi ke selatan,` khususnya ke daerah pesisir Al-Mawasi.
Kemudian pada Minggu malam, pertahanan sipil Gaza melaporkan bahwa serangan udara Israel kembali menghantam sebuah rumah di Kota Gaza dan menewaskan tiga orang.
Menurut data dari otoritas kesehatan Gaza sedikitnya 56.412 orang tewas, sebagian besar warga sipil. PBB menyatakan bahwa angka-angka tersebut dianggap dapat dipercaya.









