Porostimur.com, Tel Aviv – Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir kembali melontarkan rencana kontroversial terkait masa depan Jalur Gaza. Jika kubu politiknya memenangkan pemilu, Ben-Gvir berjanji mendorong pengusiran atau “emigrasi” warga Palestina dari wilayah tersebut secara bertahap.
Dalam skema yang ia paparkan, sekitar 250.000 warga Palestina akan dipindahkan dari Gaza pada tahun pertama, kemudian sekitar 2 juta lainnya dalam enam tahun berikutnya.
Berbicara menjelang pemilu Israel yang diperkirakan berlangsung sengit, Ben-Gvir menggambarkan rencana tersebut sebagai langkah realistis. Ia bahkan mengklaim sejumlah negara bersedia menerima warga Palestina dari Gaza, meski tidak menyebutkan negara-negara yang dimaksud.
“Kita harus mendorong emigrasi penduduk Gaza,” ujar Ben-Gvir, sebagaimana dikutip Roya News, Jumat (4/9/2026).
Ben-Gvir mengklaim rencana tersebut tidak akan dilakukan melalui pemaksaan terhadap warga Palestina. Namun, gagasan itu menuai sorotan karena menyangkut pemindahan populasi dari wilayah yang tengah berada dalam konflik dan krisis kemanusiaan.
Partai Jewish Power yang dipimpinnya bahkan diperkirakan akan mendorong pembentukan kementerian khusus yang menangani apa yang mereka sebut sebagai “emigrasi”, apabila partai tersebut menjadi bagian dari koalisi pemerintahan mendatang.









