Langkah ini mendapat kecaman langsung dari Honiara. Konflik antara pemerintah pusat dan pihak Malaita sendiri juga meruncing pada Mei ketika Suidani mencari perawatan medis di Taiwan dan dicap usat sebagai kunjungan yang tidak sah.
Anggota Parlemen nasional dari Malaita mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan ketakutan atas protes yang terjasi. Sudiani diminta ikut meredam aksi massa yang telah merusak ketertiban itu.
“Kami menyerukan Suidani untuk mengingat rakyat kami, saudara-saudara kami dan anak-anak kami dari melakukan tindakan yang berpotensi berbahaya dan kekerasan,” katanya.
Suidani mengatakan protes ini adalah hasil dari pemerintah mengabaikan kekhawatiran rakyat atas berbagai masalah. Ini termasuk peralihan diplomatik dan proyek infrastruktur.
“Apa pun yang pemerintah ingin orang-orang ketahui, mereka harus berdiri dan memberi tahu mereka,” katanya kepada Guardian di tengah kerusuhan.
“Mereka tidak bisa lari dari masalah. Itu tidak akan menyelesaikan apa pun.”
(red/cnbc-indonesia)




