Soros dan Antek-antek Asing

oleh -279 views
Made Supriatma

Ini tidak diterapkan di Hungaria saja. Juga di Amerika. Rejim Trump Dumb Dumb dan kaum konservatif kanan menjadikan Soros sebagai sansak (punching bag) yang gampang dipukul. Dia Yahudi. Dia kaya raya. Filantropinya membeayai politik progresif dan masyarakat terbuka.

Di Indonesia, dosa Soros masih diingat orang. Dialah yang menghancurkan Rupiah dan Baht pada saat krisis ekonomi 1997. Dia meramalkan dua mata uang ini akan jatuh dan kemudian menjadikannya bahan spekulasi. Milyaran dolar hilang waktu itu. Hasilnya? Rejim Soeharto jatuh.

Soros adalah seorang ahli matematika. Selain itu, dia juga belajar filsafat di bawah Karl Popper. Filsafat itulah yang membuatnya berpikir bahwa kemajuan umat manusia hanya bisa tercapai dengan adanya masyarakat terbuka — yang bebas mengungkapkan ide-idenya, bebas bicara, punya ruang terbuka untuk mengadu gagasan, dan semua pihak bisa bersuara dan yang berkuasa mendengarkan. Apa artinya itu? Silahkan tafsirkan sendiri.

Baca Juga  Polisi Gerebek Penyulingan Cap Tikus di Desa Doro, Ratusan Liter Miras Dimusnahkan

Namun bukan prinsip itu yang membuat Soros dibenci banyak penguasa. Karena prinsip jika ia berhenti pada prinsip saja, tidak akan berarti apa-apa. Soros, dengan kekayaannya, mendirikan filantropi untuk membangun masyarakat terbuka ini. Disitulah masalahnya. Secara natural, dia membeayai banyak gerakan progresif karena kaum kanan tidak suka masyarakat terbuka.

No More Posts Available.

No more pages to load.