Soros dan Antek-antek Asing

oleh -288 views
Made Supriatma

Ia mulai dari gerakan perempuan, gerakan LGBTQ, gerakan-gerakan demokrasi, pendeknya semua gerakan kaum marjinal, didorong supaya bisa berpartisipasi dan punya kekuatan. Itulah masyarakat terbuka.

Di negeri kita, gelombang anti Soros pun sedang naik akhir-akhir ini. Teriakan “hai … antek-antek asing!” itu mengarah ke sana. Bahkan kemarin saya melihat staf kantor presiden membuat video yang merujak NGO-NGO yang menerima bantuan asing itu. Staf yang sama membuat pembenaran mengapa bos-nya ikut Board of Peace (BoP). Bahkan bikin singkatan baru Board of Prabowo.

Hanya saja, kelihatan argumennya kedodoran karena dia tidak bisa membedakan begitu banyak aktor – Soros hanya salah satu – pendana gerakan emansipasi di dunia ini.

Baca Juga  Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Narkoba di THM New Zone hingga Manajemen

Namun, satu hal yang jelas dari semua lini argumen yang dikemukakan oleh orang-orangnya rejim penguasa di Indonesia ini. Mereka semua membeo pada argumen rejim Trump di Amerika Serikat.

Untuk saya yang belajar sedikit-banyak politik Amerika, warna kanan Trumpisme Amerika sangat kental di rejim penguasa Indonesia saat ini.

Satu hal juga sama persis adalah bahwa rejim-rejim ini adalah ‘the master of complainer’ alias tukang mengeluh nomor satu. “Kita bangsa yang besar, yang dikibuli sehingga miskin terus!” … itu kalau di sini. “Make America Great Again” … itu kalau di sono.

No More Posts Available.

No more pages to load.