Tak Kuat Diteror Pinjol, IRT Gantung Diri, Begini Isi Wasiatnya

oleh -46 views
Link Banner

Porostimur.com – Semarang: Seorang ibu rumah tangga berinisal WI (38) sasal Dusun Kedungrejo RT 02 RW 05, Desa Selomarto, Kecamatan Giriwoyo nekat gantung diri.

Diduga, korban mengakhiri hidupnya dikarenakan terlilit utang pinjaman online (pinjol) dan bank plecit.

Kapolres Wonogiri AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kapolsek Giriwoyo Iptu Sumarwan mengatakan, kejadian itu diketahui Sabtu (2/10) sekitar pukul 04.00. Korban sudah ditemukan meninggal tergantung di teras rumah korban.

“Kondisinya sudah tergantung dengan tali tambang berwarna hijau,” terang kapolsek.

Diterangkan, kejadian itu kali pertama diketahui oleh mertua korban. Sang mertua berteriak histeris memanggil suami korban setelah mengetahui kondisi menantunya.

Korban pun diturunkan dan hal itu dilaporkan kepada pihak berwajib.

Baca Juga  Wakapolda Maluku Pimpin Rapat Pembangunan SPKT Polresta Ambon dan P. P. Lease

Tak berselang lama, dilakukan pemeriksaan oleh puskesmas setempat. Hasilnya, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan korban murni bunuh diri.

Suwarman menuturkan, pihaknya juga melakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban untuk mengungkap motif WI mengakhiri hidupnya.

“Sebelum kejadian ini, korban bercerita ke suaminya kalau punya utang ke pinjol dan bank plecit, sering dihubungi dan merasa terteror,” jelas dia.

Dugaan bunuh diri karena motif ekonomi ini diperkuat dengan adanya sepucuk surat yang ditulis tangan oleh korban.

Surat itu ditujukan kepada sang suami. Singkatnya, korban meminta maaf dan meminta sang suami untuk merawat kedua anak mereka.

Selain itu, turut tercantumkan catatan terkait sejumlah utangnya kepada bank plecit dan panduan pinjol.

Baca Juga  Soal Polemik Berita Ijazah Usman Sadik, Kepala SMPN 3 Kayoa Bilang Tidak Pernah Dihubungi Wartawan

Selain itu, disebutkan bahwa ada catatan utang di sebuah buku kecil berwarna hitam.

Polisi pun mengamankan barang bukti itu bersama tali tambang yang digunakan untuk bunuh diri.

“Jenazah sudah diserahkan kepada keluarga. Keluarga juga mengikhlaskan dan tidak menuntut dilakukan autopsi,” kata dia.

(red/rmol/pojoksatu)